This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Blogroll

Kamis, 05 Januari 2012

Contoh Press Release



Version 1


Gubernur DIY Resmikan  Kartu Mahasiswa UGM
sebagai Tiket Trans Yogya
Gubernur  DIY, Sultan Hamengku Buwono X resmikan penggunaan Kartu Mahasiswa (KTM) Universitas Gajah Mada (UGM), sebagai tiket bis Trans Yogya pada 20 September 2011. Berita ini disampaikan oleh Munawar Ahmad sebagai Manager Operasional PT. Trans Yogya.
KTM mahasiswa UGM sudah dapat digunakan sebagai tiket Trans Yogya sejak diresmikan oleh Gubernur. Menurut Ahmad, program  ini merupakan kerja sama antara UGM yang diketuai Untung Suprapti dan pihak PT. Trans yang diwakili manager operasional. Ahmad berpendapat bahwa uji coba penggunaan kartu telah dilakukan untuk mahasiswa UGM mulai Agustus 2011 dan menuai hasil positif.
Program ini sangat membantu mahasiswa untuk menghemat ongkos tiket bis Trans Yogya. Terdapat sistem pegisian kartu yang beragam pada program ini. Pilihan pengisian kartu (a) senilai Rp. 100 ribu perbulan, (b) sistem semester senilai Rp. 400 ribu dan (c) sistem langganan 50 kali naik bis seharga Rp. 100 ribu. Untuk sistem c, hanya membayar Rp. 100 ribu yang artinya lebih murah Rp. 1000 tiap kali naik (normal Rp. 3000).
Pemberlakuan KTM UGM sebagai tiket Trans Yogya sangat menguntungkan karena bis tersebut memiliki beberapa jalur. Termasuk jalur untuk ke kampus-kampus, dan khususnya kampus UGM Bulaksumur Yogyakarta.  Ada jalur “padat” atau “gemuk”, seperti Jalan Solo dan Bandara serta Prambanan, lainnya adalah jalur biasa bahkan “sepi”.   

Version 2
Governor of DIY Inaugurate the Newest Trans Jogja’s Ticket
Governor of Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X inaugurate Universitas Gadjah Mada (UGM)’s student card as the newest Trans Jogja’s bus ticket on September, 20th 2011. This news given by Munawar Ahmad as Operational Manager of PT Trans Jogja.
The new ticket could be used since inaugurated by the Governor. Based on  Munawar Ahmad’s statement, this programme has be realized because of cooperation between  UGM which leads by Untung Suprapti and PT Trans Jogja which represented by the Operational Manager. According to Ahmad’s  opinion, the student card as bus ticket trial programme had done since August, 2011 and it got positive result.
This propramme really help the student because it’s more economic and cheaper to buy the Trans Jogja’s ticket. There are three kinds of ticket voucher which offer in this programme. In option (a) for Rp. 100 thousand per month, (b) the semester system for Rp. 400 thousand and (c) subscribe system for 50 times to use the bus is only Rp. 100 thousand. Especially for the (c) system, only pay for Rp. 100 thousand, that’s mean cheaper  till Rp. 1000 for every using the bus (Rp. 3000 for normally).
Student card which use as bus ticket is very beneficial, because the bus has some routes. Including campus route, especially UGM Bulaksumur Yogyakarta. There’s “full” route or “fat”, like Solo street, Airport, and also Prambanan. The other is just normal route and even quiet.

Contoh Advertorial Amway Indonesia

Yayasan Amway Peduli Fokus terhadap Kanker Anak Indonesia
Sebagai wujud  kegiatan CSR, Amway Indonesia di bawah naungan Yayasan Amway Peduli, menjalankan berbagai  program tanggap kanker anak sejak dini.



Kesehatan merupakan mahkota bagi kehidupan anak, karena mereka masih mempunyai banyak kesempatan untuk meraih cita-cita serta menempuh perjalanan hidup yang masih panjang.
 Munculnya berbagai makanan cepat saji dan gaya hidup kurang sehat yang diwariskan orang tua, dengan mudah akan memicu berbagai penyakit yang menyerang anak-anak. Penyakit mematikan yang dewasa ini seringkali menyerang anak  adalah kanker. Kanker memiliki berbagai macam jenis yang berpotensi untuk mempengaruhi setiap organ dalam tubuh.
Menyadari betapa berbahayanya penyakit kanker, terlebih pada anak-anak yang terserang di usia dini, Yayasan Amway peduli berinisiatif menjalankan program tanggap kanker anak sejak dini. Yayasan Amway Peduli bekerjasama dengan Yayasan Pita Kuning untuk mewujudkan program tersebut.
Yayasan Amway Peduli merupakan Organisasi Nirlaba  yang didirikan oleh PT. Amway Indonesia sejak tahun 2000. Organisasi ini mewadahi berbagai kegiatan sosial, salah satunya bergerak dibidang kesehatan, yang fokus terhadap kanker anak.
Amway bekerjasama dengan Yayasan Pita Kuning dalam menghimpun volunteer serta menjalankan berbagai program.  Pertama, renovasi klinik kanker anak RS. Dharmais Jakarta pada 2008, dengan mengubah atmosfer kamar rawat inap menjadi lebih menyenangkan dan terlihat seperti tempat bermain. Kedua, bantuan satu unit ambulance bagi anak penderita kanker yang didesain khusus supaya tidak menimbulkan ketakutan pada anak ketika berada di dalamnya.
Selain kedua program tersebut, Amway juga fokus terhadap edukasi orang tua agar dapat mengenali kanker anak lebih dini.  Sosialisasi ini dilakukan dengan berbagai kegiatan seperti seminar bersama orang tua dan pos pelayanan kesehatan setempat. Cara lain yang ditempuh adalah menerbitkan buku berjudul “Panduan Untuk Orang Tua dan Kenali Kanker Anak” dalam meningkatkan awarness orang tua terhadap kanker anak.
Untuk mengalihkan perhatian anak terhadap kanker yang dideritanya, Amway mengadakan kerja sama dengan bioskop 21 dalam menyelenggarakan kegiatan “Nonton Bareng” bersama pendertia kanker anak. Acara ini juga berperan memulihkan kondisi psikologis anak, pasca meninggalnya teman mereka yang dirawat bersama di klinik kanker RS. Dharmais.
Program-program tersebut dijalankan Yayasan Amway Peduli untuk memberikan kesadaran pada masyarakat Indonesia mengenai betapa pentingnya pengenalan kanker anak sejak dini. Amway dan Yayasan Pita Kuning masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menjadi volunteer dalam kegiatan ini. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh dari website www.Amway.co.id.

an Analisys of PT HM Sampoerna, tbk.CSR Programme

-the example of good practices in CSR programme-
PT HM Sampoerna is one of the largest cigarette company in Indonesia. It has some Corporate Social Responsibility programmes. Sampoerna also concern with education and women activities which accomodate in it's non profit organization named Putra Sampoerna Foundation (PSF).


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Profit merupakan tujuan utama setiap perusahaan. Pencapaian laba atau keuntungan semaksimal mungkin adalah tolok ukur keberhasilan suatu korporasi dalam menjalankan usahanya. Bahkan hukum ekonomi bahwa “modal seminimal mungkin dan keuntungan semaksimal mungkin” sering kali menjadi dasar pengelolaan suatu bidang usaha. Realitas inilah yang menyebabkan munculnya kaum kapitalis yang merajai dunia usaha hampir secara keseluruhan. Paham kapitalis hanya fokus pada satu tujuan yaitu keuntungan segenap Owner tanpa mempertimbangkan kesejahteraan buruh atau pegawai bahkan lingkungan atau komunitas sekitarnya.
Namun pendapat di atas saat ini sangatlah tidak relevan untuk diterapkan. Mengingat pentingnya keharmonisan hubungan antara korporat dengan komunitas sangatlah penting, maka perusahaan perlu melakukan sebuah tanggung jawab sosial pada berbagai aspek. Konsep Corporate Social Responsibility (CSR) mulai diwacanakan sejak munculnya tulisan Howard Bowen yang berjudul “Social Responsibilty of Businessmen” pada tahun 1953. Konsep CSR sendiri pada mulanya belum diimplementasikan oleh berbagai perusahaan karena masih terdapat pendapat yang kuat di kalangan penguasaha bahwa tanggung jawab sosial telah dilakukan ketika pegawai atau buruh mendapatkan gajinya secara utuh serta anggapan bahwa CSR merupakan pengeluaran biaya yang dapat mengurangi keuntungan perusahaan.

Saat ini masyarakat mulai bangkit. Mereka mulai menyadari dampak negatif atau hilangnya rasa nyaman atas lingkungan yang didiami akibat keberadaan suatu perusahaan di kawasan tempat tinggalnya. Pembuangan limbah, eksploitasi Sumber Daya alam dan Manusia mengantarkan masyarakat pada kondisi lingkungan yang tidak lagi seimbang. Kondisi yang merugikan ini membuat mereka gencar memberontak dan melakukan protes.
            Berdasarkan kondisi yang telah disebutkan, dalam makalah ini penulis ingin menjelaskan mengenai bagaimana kegiatan CSR diterapkan oleh salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia yaitu PT HM Sampoerna Tbk. serta manfaat program CSR yang telah diterapkan bagi masyarakat. Selain itu untuk menganalisa sejauh mana praktik CSR yang baik bagi masyarakat dan perusahaan.
1.2  Profil perusahaan
Sebelum menjelaskan dan menganalisa mengenai program CSR PT HM Sampoerna Tbk lebih lanjut, penulis ingin menguraikan profil perusahaan terlebih dahulu supaya dapat menjadi wawasan tambahan serta dapat bermanfaat bagi seluruh pihak.
PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (“Sampoerna”) didirikan pada tanggal 19 Oktober 1963 dengan kantor pusat di Jl. Rungkut Industri Raya No. 18 Surabaya. Sampoerna merupakan salah satu produsen rokok terkemuka di Indonesia yang telah memproduksi sejumlah merek rokok kretek yang dikenal luas, seperti Sampoerna kretek (sebelumnya disebut Sampoerna hijau), A Mild, serta “Raja Kretek” yang legendaris Dji Sam Soe. Sampoerna merupakan afiliasi dari PT Philip Morris Indonesia dan bagian dari Philip Morris international, produsen rokok terkemuka di dunia.
BAB II
ANALISA KEGIATAN CSR PT HM SAMPOERNA Tbk
2.1 Konsep CSR
Ada banyak definisi yang diberikan untuk konsep CSR. Dari kata-kata ‘corporate’,  ‘social’ dan ‘responsibility’ yang terkandung dalam istilah ini maka CSR dapat didefinisikan  sebagai tanggung jawab yang dimiliki oleh suatu perusahaan terhadap masyarakat di mana perusahaan tersebut berdiri atau menjalankan usahanya. 
CSR merupakan tindakan perusahaan yang bersifat sukarela dan melampaui kewajiban hukum terhadap peraturan perundang-undangan Negara. CSR  sebagai  aspek  inti  dari  aktifitas  bisnis di suatu perusahaan dan melihatnya sebagai suatu alat untuk terlibat dengan para pemangku kepentingan. Definisi yang diterima luas oleh para praktisi dan aktivis CSR adalah definisi menurut The World Business Council  for Sustainable Development   bahwa CSR merupakan suatu komitmen terus-menerus  dari  pelaku  bisnis  untuk  berlaku  etis  dan  untuk  memberikan  kontribusi  bagi perkembangan  ekonomi  sambil meningkatkan  kualitas  hidup  para  pekerja  dan  keluarganya, juga bagi komunitas lokal dan masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu, program CSR seharusnya dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mewujudkan efek jangka panjang bagi masyarakat.
2.2 Kegiatan CSR PT HM Sampoerna Tbk
Sebagai salah satu perusahaan terbesar di Indonesia, tentunya Sampoerna juga memiliki tanggung jawab yang besar atas limbah yang dihasilkan dari efek produksi rokok selama bertahun-tahun. Sampoerna memiliki kesadaran yang tinggi untuk melakukan tanggung jawab sosial pada masyarakat. Kegiatan CSR inilah yang nantinya akan menjadi jembatan dalam menjalin hubungan baik dengan lingkungan dan komunitas. Kondisi seperti ini sangat penting untuk dijaga karena mempengaruhi eksistensi perusahaan sendiri yang nantinya berkorelasi kuat dengan citra positif perusahaan di mata masyarakat secara luas.
Sampoerna sendiri memiliki berbagai program CSR yang baik dan diaplikasikan secara maksimal sebagai bentuk tanggung jawab kepada segenap masyarakat Indonesia di berbagai bidang. Wacana tanggung jawab sosial yang diusung oleh Sampoerna adalah meningkatkan kondisi hidup di lingkungan tinggal dan kerja para karyawan serta pada masyarakat petani yang memasok tembakau. Sejumlah bidang utama yang dilakukan adalah pengentasan kemiskinan, pendidikan, pelestarian lingkungan dan penanganan bencana alam. Dalam tulisan ini, akan dijelaskan satu-persatu mengenai masing-masing program CSR Sampoerna beserta analisa kegiatan berdasarkan materi yang ada.
2.2.1  Penanggulangan Bencana
            Bencana alam sangat rentan terjadi di Indonesia akhir-akhir ini, terutama dengan adanya perubahan iklim. Dalam partisipasinya untuk membantu penanggulangan bencana di tanah air, Sampoerna telah membentuk Sampoerna Rescue atau Tim SAR yang terdiri dari para relawan karyawan dan relawan medis. Tim SAR sendiri dilengkapi dengan perahu, ambulans, truk pemadam kebakaran, pembangkit listrik, unit medis berjalan, dapur umum dan penyuling air bersih untuk memfasilitasi berbagai kebutuhan saat bencana terjadi.
Contohnya, ketika bencana gempa besar terjadi di Padang pada 30 September 2009, tim SAR bekerja dengan tim penanggulangan bencana lain dalam memberikan bantuan medis, makanan dan mendirikan tempat penampungan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Pada April 2010, tim SAR diturunkan untuk membantu korban banjir besar di Desa Sukaluyu dan Desa Puserjaya, Kabupaten Karawang. Misi SAR di sini meliputi bantuan logistik dan pemberian sumbangan karyawan Sampoerna kepada 1.700 kepala keluarga. Selain itu, tiap tahunnya tim SAR juga aktif melakukan berbagai kegiatan kemanusiaan penting, termasuk kegiatan pembersihan sungai, pencegahan kebakaran dan penyelamatan.
Analisa
            Kegiatan CSR yang dilakukan oleh Sampoerna tersebut bersifat accidental yang artinya hanya terjadi saat situasi bencana. Bantuan memang masih pada batas Charity/ Donation dengan memberikan keperluan siap pakai dan tujuan kegiatan memang bersifat jangka pendek/shorterm. Walaupun bantuan hanya diberikan pada saat situasi yang mendesak dan unpredictable, bukan berarti perencanaan yang dibuat dalam menyusun program terhitung buruk. Adanya bantuan yang didonasikan kepada segenap korban memiliki manfaat yang begitu besar dan nyata. Pembentukan Sampoerna Rescue yang konsisten membantu penanganan bencana ditujukan untuk mewujudkan misi yang spesifik serta relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Kegiatan CSR yang seperti ini menunjukkan adanya keterlibatan langsung korporasi dalam membantu korban bencana tanpa perantara. Mungkin banyak sekali korporasi yang juga ikut andil dalam menangani bencana, namun sebagian besar hanya bertahan di lokasi bencana ketika peristiwa itu sedang hangat diliput oleh media massa. Dengan adanya hal tersebut Sampoerna sendiri melihat adanya peluang (opportunity) untuk menjalankan program yang konsisten serta berkelanjutan dalam menangani keperluan pasca bencana. Hal inilah yang menjadikan Sampoerna memiliki nilai plus terkait konsistensinya membantu masyarakat Indonesia.
            2.2.2 Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
            PT HM Sampoerna juga memiliki program CSR yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di sekitar pabrik melalui pelatihan kegiatan kewirausahaan.  Pada tahun 2006, Pusat Pelatihan Kewirausahaan Sampoerna (PPK Sampoerna) yang terletak di dekat pabrik yaitu daerah Sukorejo, Pasuruan Jatim mulai beroperasi. PPK Sampoerna menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan untuk mendorong pengembangan usaha kecil di masyarakat yang tinggal di sekitar pabrik Sampoerna dan di sejumlah daerah lain di Jawa Timur dan Lombok. Kegiatan ini juga ditujukan pada karyawan yang akan pensiun serta adanya pemberian pinjaman usaha bergulir. Fasilitas yang disediakan terhitung lengakap dan terpadu yang meliputi ruang pelatihan, bengkel otomotif dan lahan peternakan serta pertanian percobaan.
Analisa
            Sebagai perusahaan rokok yang yang mengeksplorasi hasil alam secara besar-besaran, misalnya pemetikan cengkih dan pemanfaatan tembakau yang berguna dalam mencegah erosi, Sampoerna sadar betul akan tanggung jawab yang perlu diberikan kepada komunitas sekitar. Program CSR ini sudah mengacu pada resiko menajemen (CSR as Risk Management) mengenai eksplorasi alam sebagai bahan baku produksi.
            Program ini sangat baik dalam melakukan empowerment terhadap komunitas di sekitar korporat karena strategi programnya yang tepat. Pendefinisian masalah mengenai angka pengangguran yang meningkat membuat kegiatan ini sangat bermanfaat. Pengalokasian berbagai sumberdaya yang dibutuhkan untuk mendukung terselenggaranya kegiatan ini sangat diperhatikan, terlihat dengan adanya macam-macam fasilitas yang disediakan. Target pesertapun tidak hanya melibatkan komunitas sekitar namun juga karyawan yang nantinya akan pensiun. Kegiatan yang diadakan juga dilakukan dengan bermitra dengan pihak lain yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam perencanaan, pengoperasian, serta pelatihan di PPK Sampoerna. Rentetan tahap yang dilakukan begitu jelas dan mampu dilaksanakan oleh pihak perusahaan untuk mewujudkan tujuan awal yaitu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, khususnya di lingkungan sekitar perusahaan.
            2.2.3 keberlangsungan Lingkungan
Kondisi alam di Indonesia semakin memprihatinkan, seperti kebakaran hutan akibat penebangan liar ataupun hilangnya spesies jenis tanaman yang tidak dilestarikan. Oleh karena itu Sampoerna melalui kerja sama dengan beberapa organisasi lingkungan, turut mendukung Program Pelestarian tanaman Mangrove di Surabaya serta penanaman kembali hutan di Pasuruan dan Lombok untuk mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan. Terbukti pada bulan Mei 2010, Sampoerna menerima piagam penghargaan “Wana lestari” dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dalam acara yang diikuti dengan penandatanganan nota kesepahaman untuk mendukung pengembangan Hutan Tanaman Industri (HTI), Hutan Tanaman Rakyat (HTR) dan Hutan Rakyat di Indonesia, untuk mendukung program Penanaman 1 Miliar Pohon 2010 Kementerian Kehutanan.
Analisa
            Gerakan atau program kepedulian lingkungan seperti ini merupakan salah satu program Toward environment untuk melestarikan lingkungan dari berbagai eksploitasi alam atau pencemaran yang terjadi. Dapat dilihat bahwa kegiatan ini tidak semata-mata dilakukan oleh Sampoerna sendiri, tetapi juga bermitra dengan pemerintah secara langsung. Tujuan program ini sangat spesifik yaitu concern terhadap lingkungan alam Indonesia terutama hutannya serta terukur seberapa jauh batasan atau scope permasalahan pelestarian lingkungan yang akan dilakukan. Adanya penghargaan yang didapat menunjukkan indikator keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuan awal dengan sukses. Kesuksesan ini juga turut ditentukan dengan analisis fakta yang tepat yaitu terkait dengan kampanye lingkungan yang sedang gencar disuarakan .
2.3 Putera sampoerna foundation (PSF)
            PSF adalah Institusi Bisnis Sosial pertama di Indonesia yang memiliki visi untuk mencetak calon-calon pemimpin masa depan dan wirausahawan Indonesia yang handal demi  menghadapi tantangan global. Empat pilar utama kegiatan Putera Sampoerna Foundation adalah pendidikan yang berkualitas bagi siswa Indonesia berprestasi terutama dari keluarga prasejahtera, penciptaan lapangan kerja melalui pengembangan kewirausahaan, pencerahan masyarakat umum melalui pemberdayaan perempuan, serta program penyaluran bantuan dan pertolongan rehabilitasi bencana. Mengacu pada strategi besar ‘Pathway to Leadership’, Putera Sampoerna Foundation memiliki tujuan untuk menciptakan 1.000 pemimpin per tahun yang diharapkan dapat memberikan kontribusi dan perubahan di komunitasnya. Dalam menjalankan kegiatannya, Putera Sampoerna Foundation didukung oleh mitra strategis antara lain Sahabat Wanita, Siswa Bangsa dan Bait Al-Kamil, serta melakukan inisiatif mendirikan badan usaha Access untuk meningkatkan pertukaran pelajar dan kerjasama dengan universitas di luar negeri dan Mekar yang merupakan sebuah portal lengkap dan pusat pengembangan bagi kewirausahaan di Indonesia.
Sejak didirikan pada 2001, Putera Sampoerna Foundation telah menyalurkan lebih dari 34.000 beasiswa, menyelenggarakan pelatihan untuk lebih dari 14.000 guru dan kepala sekolah, mengadopsi 17 sekolah negeri dan 5 madrasah. Pada 2009, Putera Sampoerna Foundation mendirikan sekolah berstandar internasional berasrama yaitu Sampoerna Academy, sekolah tinggi untuk mencetak generasi pendidik masa depan yakni Sampoerna School of Education yang sekaligus merupakan elemen pertama dari pendirian universitas bertaraf dunia, serta disusul peluncuran Sampoerna School of Business pada tahun 2010.
Putera Sampoerna Foundation adalah organisasi non-profit pertama yang memperoleh sertifikasi ISO 9001:2008 yakni sertifikat sistem kualitas manajemen yang bertaraf internasional. Menerapkan prinsip-prinsip keterbukaan dan akuntabilitas dalam segala aktivitasnya, Putera Sampoerna Foundation telah dipercaya oleh lebih dari 250 korporasi, organisasi maupun asosiasi untuk menjalankan program tanggung jawab sosial (CSR). Secara berkala, Putera Sampoerna Foundation mengikuti audit yang dilakukan oleh pihak auditor internasional independen dan laporannya diterbitkan di buku laporan tahunan Putera Sampoerna Foundation.
Analisa
            Putera sampoerna foundation (PSF) merupakan organisasi sosial perusahaan yang ditujukan untuk melakukan kegiatan CSR di berbagai bidang seperti pendidikan, penanganan bencana, serta penciptaan lapangan kerja melalui kewirausahaan yang ketiganya telah dijelaskan di awal materi. Bidang lain yang diusung dalam organisasi non profit ini adalah peningkatan pendidikan bagi siswa Indonesia berprestasi dari keluarga prasejahtera, serta pencerahan masyarakat umum melalui pemberdayaan perempuan.
            Sebagai suatu kegiatan CSR, PSF memiliki sistem manajerial yang baik. Mulai dari tahap perencanaan, pengorganisasian, Implementasi hingga evaluasi. Indikator keberhasilan PSF tentunya terdapat pada sejauh mana tujuan terlaksanakan dengan baik atau melebihi standar keberhasilan yang ditetapkan. Jika dilihat dari beberapa tujuan yang tercermin di ke empat pilar PSF tersebut, masing-masing sudah dapat dijalankan secara optimal oleh pihak perusahaan. Misalnya pada program pemberdayaan perempuan, dari analisa masalah yang relevan di Indonesia bahwa kesetaraan gender belum sepenuhnya disadari oleh semua kalangan yang berdampak pada kurangnya kesejahteraan dan derajat wanita. Berdasarkan fakta tersebut, PSF memberikan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kualitas hidup para wanita. Bekerja sama dengan yayasan Sahabat Wanita, PSF telah berusaha menyiapkan segala sumber daya untuk mengakomodir berbagai keperluan seperti pengadaan seminar, pelatihan, dll. Oleh karena itu, kegiatan ini begitu bermanfaat bagi targetnya yaitu para wanita khususnya yang tinggal di daerah terpencil. Tujuannya sederhana namun memiliki efek yang luas yaitu kesejahteraan dan kesetaraan bagi wanita.
            Peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia merupakan salah satu pilar dalam PSF yang sangat diperhatikan. Bidang pendidikan menjadi suatu hal pokok yang terus menerus dikembangkan oleh PSF. Dibentuknya Sampoerna Academy, Putra Sampoerna University, serta pemberian beasiswa bagi para siswanya adalah salah satu bentuk tanggung jawab dan kepedulian Sampoerna untuk berbagi dengan masyarakat, mengingat bahwa perusahaan telah banyak menggunakan alam yang dimiliki bersama oleh masyarakat.
              Fakta yang disadari bersama bahwa jumlah anak putus sekolah karena tidak mampu secara finansial kian meningkat, kondisi seperti ini membuat Sampoerna mewacanakan program beasiswa dan pendirian lembaga pendidikan. Dari analisa masalah (Define problem) tersebut PSF juga telah melakukan pelatihan bagi para guru serta pemberian beasiswa lebih dari 30.000 siswa. Target kegiatan ini sangatlah jelas dan tepat jika melihat kondisi bangsa Indonesia yang pendidikannya masih kurang memadai. Serangkaian kegiatan ini dimaksudkan untuk mencetak 1000 orang pemimpin pertahun.
 Apabila dianalisa dari pengaturan tujuan program, konsentrasi pada bidang pendidikan ini sangat spesifik dalam hal targeting dan pelaksanaan, terukur (measurable) dalam proses berlangsungnya yang dibuktikan dari jumlah pelatihan guru dan beasiswa yang telah diberikan. Dalam menjalankan kegiatan ini, PSF mencapai kesuksesan yang dibuktikan dengan adanya pemberian sertifikasi ISO dan munculnya kepercayaan dari berbagai lembaga dalam menjalankan CSR, hal ini membuktikan bahwa tujuan yang dirancang betul-betul attainable. Jenis program juga relevan dengan realitas yang terjadi di masyarakat. Batasan waktu yang menjadi indikator keberhasilan juga spesifik yaitu dengan tujuan mencetak 1000 leader per tahunnya.
Strategi besar PSF yaitu “Pathway to Leadership” adalah hal yang menarik dari kegiatan CSR ini. Mencapai sesuatu yang ideal dalam waktu yang singkat tidaklah mudah dan hal itu sangat dimengerti oleh perusahaan. Maka segala bentuk kegiatan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Hal ini akan berdampak positif bagi pihak perusahaan dan masyarakat, karena menunjukkan konsistensi perusahaan terhadap CSR yang nantinya menghasilkan Good Image bagi korporasi serta memiliki manfaat yang besar pula bagi pendidikan di Indonesia.
Pembuatan program dalam PSF ini memang dapat dianalisa dengan menggunakan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat). PT HM Sampoerna sebagai perusahaan yang telah lama berkembang di Indonesia memiliki kekuatan (Strength) dalam membentuk sebuah program. Popularitas dan kemampuan dari segi sumber daya serta sistem yang teratur dapat memudahkan dalam mencari target. Namun, image rokok yang hanya dikonsumsi oleh orang dewasa kurang mendapat respon yang baik di semua kalangan ketika memberikan bantuan, hal ini menjadi salah satu kelemahan (weakness) yang harus bisa diminimalisir oleh perusahaan. Realitas yang ada bahwa kesejahteraan pada umumnya di Indonesia yang masih memprihatinkan serta pendidikan yang kurang memadahi menjadi kesempatan (opportunity) bagi Sampoerna untuk membuat program pendidikan mandiri seperti beasiswa dan pendirian sekolah. Namun, banyaknya kompetitor perusahaan rokok yang juga memberikan penawaran mengenai berbagai program CSR merupakan salah satu ancaman (threat) yang tak bisa dihindarkan. Oleh karena itu pemrograman PSF memang berbeda dari program CSR perusahaan rokok serupa. Misalnya adanya pemberdayaan wanita, pengembangan komunitas muslim dan kemitraan dengan berbagai lembaga.



BAB III
PENUTUP
            PT HM Sampoerna Tbk adalah salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia yang memiliki berbagai program CSR. Komitmen perusahaan untuk terus melaksanakan program yang telah dibentuk sangat besar. Berbagai program tersebut dipadukan dalam suatu organisasi atau yayasan yang dibentuk perusahaan yaitu Putera sampoerna foundation. Kegiatan di PSF sendiri sangat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar korporasi. Dengan kata lain, Sampoerna adalah salah satu perusahaan yang menerapkan etika bisnis yang baik, sehingga citra positif selalu melekat pada tiap bagian perusahaan.
Kegiatan CSR yang dilakukan Sampoerna meliputi berbagai tingkatan, mulai dari sekedar donasi, menjaga lingkungan sebagai tanggung jawab pengeksplorasian alam, hingga mulai merintis community development dengan mengadakan pelatihan kewirausahaa, ikut serta meningkatkan kualitas di bidang pendidikan serta pelatihan kemasyarakatan. Sampoerna juga melakukan kampanye bahaya merokok pada konsumennya untuk memberikan kesadaran mengenai efek merokok serta kandungan nikotin pada setiap batang rokok yang dihisap.
            Suatu perusahaan akan memiliki daur hidup yang panjang jika memperhatikan lingkungan atau komunitas di sekitarnya. Korporasi dan komunitas ibarat dua sisi mata uang yang saling mempengaruhi eksistensi masing-masing. Pembuatan program CSR pun seharusnya tepat dalam implementasinya, tidak hanya memberikan harapan semu bagi targetnya. Pertimbangan kegiatan harus didasarkan pada fakta yang ada, serta laporan yang jujur, karena berpengaruh pada kepercayaan stakeholder. Oleh karena itu, sekedar CSR saja tidak cukup tanpa eksekusi rencana yang tepat.




DAFTAR PUSTAKA
“Penerapan Corporate Social Responsibility Pada Perseroan Terbatas.” http://elisatris.wordpress.com/csr/ (akses 20 Maret 2011)
“Putera Sampoerna Foundation.” www.sampoernafoundation.org (akses 20 Maret 2011).
“Sampoerna Asah Mahasiswa Berprestasi.” http://www.metrogaya.com/home/info-pilihan/sampoerna-asah-mahasiswa-berprestasi (akses 20 Maret 2011).

Jumat, 30 Desember 2011

Komunikasi Politik dalam Media Massa

Tulisan ini pernah diterbitkan dalam buku ontologi berjudul "Symphony Komunikasi Politik di Indonesia". Buku tersebut merupakan buku pertama penulis bersama rekan-rekan komunikasi UII 09, yang di launching pada 15 JAnuari 2011. Merupakan kebanggaan kami.

Media massa saat ini seringkali menjadi tunggangan politik. Tidak jarang partai politik bahkan aktor politik mengintervensi konten media untuk kepentingan golongan politiknya. Seperti yang kita sadari bahwa peran Media Massa sangat strategis dalam membentuk opini publik, sekaligus sebagai instrumen kontrol penyelenggaraan pemerintahan. Lalu, apa jadinya jika media massa dikuasai bahkan dimiliki oleh aktor politik? Pertanyaan inilah yang mendasari tulisan saya. Happy Reading.



Jelmaan Aktor Politik sebagai Owner Media Massa
Oleh  Intan Tanjung Sari

Media massa adalah suatu kebutuhan pokok yang kini tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Pada era informasi saat ini konsumsi berita atau pengetahuan melalui media massa menjadi sangat relevan. Media massa sebagai pilar ke empat demokrasi sebenarnya memiliki kewajiban untuk tetap menjaga kepentingan rakyat dalam interaksinya dengan pemerintah. Implementasi fungsi ini diwujudkan dengan peran media massa dalam mengontrol kinerja pemerintah sehingga penyelenggaraan pemerintahan dapat berjalan seimbang dan tidak terjadi tumpang tindih kepentingan (overlapping of interest). Dengan kata lain media merupakan intermedian yang dapat mewujudkan hak-hak politik warga negara dalam memperoleh informasi apa saja yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan memiliki urgensi dengan kepentingan publik.
Media massa juga sering disebut sebagai cermin masyarakat. Tidak hanya dalam arti tempat bagi masyarakat untuk melihat dirinya, tetapi juga pembentukan watak kultural masyarakat (Siregar, 2006: 241 dalam Sudibyo, 2009: 10). Mengingat pentingnya pengaruh media massa dalam kehidupan masyarakat, maka suatu perusahaan atau organisasi pengelola media sepatutnya memiliki landasan ideal pemberitaan yang selalu mengakomodasi kepentingan masyarakat. Dapat dicermati bahwa pada praktiknya media massa hingga saat ini tidak memiliki independensi untuk berdiri sendiri tanpa campur tangan pihak lain yang memiliki kepentingan tertentu, artinya media massa cenderung partisan dan belum sepenuhnya netral. Hal demikian dapat terjadi karena lingkungan internal organisasi media yang belum bisa lepas dari intervensi politik. Terdapat relasi kuasa pemilik modal terhadap output atau produk media itu sendiri.
   Eksistensi suatu perusahaan media massa selalu berkaitan dengan faktor ekonomi yang memungkinkan keberlangsungan proses produksi. Karena itu pemilik modal, penanam saham atau yang disebut dengan komisaris memiliki relasi kuasa atau peran dalam menentukan apakah informasi tersebut akan diperluas ke masyarakat atau tetap tertumpuk di meja redaksi tanpa terpublikasi. Tidak menutup kemungkinan bahwa jajaran komisaris dapat meliputi pengusaha bahkan aktor politik yang memiliki idealisme tersendiri dan menggunakan media sebagai sarana untuk menyalurkan ide-ide atau gagasannya kepada masyarakat.
Lingkungan atau sistem dalam pengelolaan media massa tidak terlepas dari pengaruh politik seperti nilai-nilai, gagasan bahkan tujuan politik yang dimiliki oleh pemodalnya (Freedman, 2008: 1). Kutipan tersebut dapat diartikan bahwa komunikasi politik yang dilakukan pemilik modal atau komisaris menjadi mudah mengingat kedudukan mereka yang berada pada top management struktur organisasi media. Owner atau pemilik modal dapat dikategorikan sebagai komunikator politik karena mereka memiliki suatu ideologi atau gagasan politik bahkan dapat juga suatu pencitraan diri yang ingin disampaikan pada masyarakat luas. Menurut (Hasrullah, 2010: 60), dalam perspektif panggung politik, komunikator politik memainkan peran sosial yang utama, khususnya dalam pembentukan opini publik. Dapat dikatakan bahwa pesan yang ditransformasikan media massa kepada audiens memiliki konten dengan tujuan politik tertentu yang dibawa seorang penguasa melalui sebuah organisasi media yang dikendalikannya. Oleh karena itu demokratisasi media menjadi penting untuk diperjuangkan supaya tidak hanya menguntungkan mereka yang memiliki dominasi dan kekuasaan politik.
Sedikit mengingat sejarah media massa di Indonesia pra reformasi, tepatnya sebelum mantan Presiden Soeharto resmi menyatakan pengunduran dirinya pada Mei 1998, kebebasan media dalam menyampaikan informasi sangat terbatas. Pada masa-masa itu pemerintah atau birokrat  memiliki andil yang besar dalam pembentukan regulasi media untuk membatasi ruang geraknya karena dianggap dapat menghambat pembangunan serta mengganggu stabilitas pemerintahan. Hanya beberapa koran atau surat kabar yang dapat bertahan meskipun tak luput juga dari pembredelan dengan mencabut Surat Ijin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) karena kontennya dianggap menentang pemerintahan yang sedang berlangsung.
 Sebelum tahun 1988 dunia penyiaran di Indonesia hanya diwarnai dua lembaga penyiaran publik yaitu Televisi Republik Indonesia (TVRI) dan Radio Republik Indonesia (RRI), meskipun setelahnya juga muncul beberapa televisi swasta seperti Rajawali Citra Televisi (RCTI) pada November 1988, disusul Surya Citra Televisi (SCTV) pada tahun 1989 dan dua tahun kemudian yaitu pada tahun 1990 berdiri Televisi Pendidikan Indonesia (TPI). Keberadaan ketiga stasiun televisi swasta tersebut juga tidak lepas dari pengaruh keluarga Cendana maupun kerabat dekatnya yang sangat powerfull pada masa itu. RCTI adalah milik Bambang Trihatmojo dan sebagian besar saham TPI dimilikki oleh Siti Hardiyanti Rukmana yang keduanya merupakan putra putri mantan Presiden Soeharto. Sedangkan 80 % saham perusahaan SCTV sendiri dikontrol oleh Henri Pribadi, seorang pengusaha etnis Cina yang memiliki hubungan dekat dengan saudara Soeharto, Sudwikatmono (Mufid, 2005: 53). Data tersebut menunjukkan bahwa pada masa itu dominasi penguasa telah mampu mengendalikan ranah media hampir secara keseluruhan.
Yang masih menjadi pertanyaan saat ini adalah, apakah pada era reformasi media massa telah bebas dari dominasi aktor politik? Karena mengingat pentingnya pemutihan media massa dari pengaruh kekuasaan pemerintah, aktor politik atau relasi antara keduanya dalam perwujudan demokrasi yang ideal. Sesungguhnya apa yang melanda media saat ini tidak beda jauh dengan era sebelum 1998, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa media massa di Indonesia tidak terlepas dari bayang-bayang kepentingan politik yang dapat menghambat independensi tubuh media massa. Munculnya stasiun televisi swasta atau media massa yang beragam tidak dapat menjadi solusi pembebasan ruang media dari legitimasi aktor politik yang merangkap sebagai pemilik atau owner. Fenomena yang terjadi justru munculnya trend konglomerasi media yaitu kepemilikan beberapa perusahan media oleh seseorang. Misalnya kepemilikan Surya Paloh atas Metro TV serta surat kabar Media Indonesia, dan ANTV serta TVOne yang sahamnya dimiliki oleh Bakrie Group. Kemajemukan media yang ada bukan berarti buruk, hal demikian sangat diperlukan untuk mewujudkan demokrasi yang sehat, tetapi ketika seorang pemilik modal yang mayoritas memiliki peran politik terlalu kuat hal ini akan menjadi sesuatu yang perlu diwaspadai karena memungkinkan terjadinya dominasi gagasan politik yang sampai ke masyarakat.

 Kenyataan yang terjadi pada organisasi media Indonesia membuat perwujudan media massa yang terbebas dari legitimasi aktor politik hanya menjadi mimpi semata. Media massa saat ini sangat dekat dengan kekuasaan yang hegemoni untuk mewujudkan kepentingan politik seseorang sebagai pemilik modal dan bukan lagi menjadi sarana yang dapat mengakumulasi kepentingan publik. Padahal ruang publik sebagai potensi demokratis media akan tenggelam ketika rasionalitas birokrasi atau rasionalitas modal mulai mengambil alih dan mendominasi fungsi, sistem kerja, dan orientasi produksi media (Mc Chesney, 1997: 29).

Teori Jarum Hipodermik atau Hypodermic Needle Theory berasumsi bahwa selain mempunyai pengaruh yang kuat, pengelola media juga dianggap sebagai orang yang lebih pintar dibanding audience. Akibatnya, audience bisa dikelabuhi sedemikian rupa dari apa yang disiarkannya (Nurudin, 2007: 166). Seperti contoh beberapa waktu lalu, TVOne menyiarkan tentang kebenaran berupa klarifikasi bencana Lumpur Lapindo yang telah terjadi empat tahun terakhir sejak 2006 silam. Terkait dengan pemulihan citra yang dilakukan pemiliknya, dalam hal ini Abu Rizal Bakrie ingin menyampaikan kepada masyarakat tentang peristiwa lumpur dengan frame bencana alam, bukan semata-mata kesalahan pihak PT. Lapindo. Klarifikasi tersebut menghadirkan sekelompok peneliti asal Rusia yang menjelaskan bahwa lumpur Sidoarjo, sebagaimana sebutan TVOne untuk peristiwa tersebut menerangkan keluarnya lumpur setelah proses pengeboran bukan kesalahan karena kelalaian dari petugas. Sebenarnya pihak Lapindo sudah memenuhi Standart Operasional Prosedure (SOP) yang ditetapkan, namun karena adanya pengaruh gempa di Jogja pada Mei 2006 dan terdapat ribuan gunung lumpur yang berada di bawah Pulau Jawa berpotensi kuat untuk memicu luapan lumpur yang begitu dahsyat di daerah Porong, Sidoarjo. Informasi tersebut secara implisit memiliki tujuan pemulihan image komunikator untuk mengembalikan stabilitas kedudukan politiknya di mata masyarakat. Siaran tersebut hanya sebagian kecil dari berbagai contoh tentang pengaruh kekuasaan seorang owner perusahaan media yang berhak untuk memilih atau melakukan filterisasi terhadap peristiwa apa saja yang ingin disampaikan kepada publik.
Pada praktiknya, pemulihan citra positif tersebut memanfaatkan ilmu pengetahuan sebagai suatu instrumen yang dapat dipercaya oleh publik. Dalam (Sudibyo, 2009: 161), Michael Foucault berteori tentang relasi antara kekuasaan dan pengetahuan dimana setiap bentuk kekuasaan, politik, maupun ekonomi akan berusaha memproduksi pengetahuan dan kebenarannya sendiri guna memonopoli tafsir realitas di ruang-ruang perdebatan publik. Sebaliknya, setiap bentuk pengetahuan secara intrinsik senantiasa mengandung dimensi kekuasaan. Pengetahuan tak pelak adalah modal simbolik untuk menuju lingkar kekuasaan, atau untuk meraih keuntungan dari beroperasinya sebuah kekuasaan. Penguasaha dan pejabat “bermasalah” sadar untuk memasuki wilayah pertarungan simbolik (symbolic struggles) dengan cara melibatkan komunitas intelektual-akademisi untuk mendelegitimasi media melalui ruang perdebatan ilmiah. Hingga sekarang media massa belum “sepenuhnya” memiliki idealisme sepenuhnya tanpa campur tangan pihak lain. Demokratisasi media massa tidak akan terealisasi selama konten bernada partisanship masih mendominasi tubuh media itu sendiri. Sedikit mengutip Agus Sudibyo dalam bukunya “Kebebasan Semu” bahwa Diversity of Content tak mungkin terwujud tanpa Diversity of Ownership!


Daftar Pustaka
Freedman, Des (2008). The Politics of  Media Policy. Cambridge, Polity Press.
Hasrullah (2010). Pertarungan Elite dalam Bingkai Media. Yogyakarta, Adil Media.
Mufid, Muhammad (2005). Komunikasi dan Regulasi Penyiaran. Jakarta, Kencana Prenada Media Group.
Nurudin (2007). Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada
Sudibyo, Agus (2009). Kebebasan Semu. Jakarta, Kompas.

IMC-Segmentasi Pasar & Brand Positioning

Pemilihan Segmentasi pasar dan Brand Positioning yang tepat merupakan kunci kesuksesan sebuah perusahaan di tengah sesaknya persaingan dengan kompetitor lain.

 Dalam menghadapi persaingan pasar, suatu perusahaan barang atau jasa tentunya menganalisis beberapa hal yang dianggap penting untuk kelangsungan hidup perusahaanny. Pihak produsen seringkali melakukan perencanaan untuk mengidentifikasi situasi pasar yang sekiranya menguntungkan atau justru dapat menjadi penghalang, salah satunya dengan memanfaatkan analisis SWOT.
Setelah mengevaluasi peluang dan mengidentifikasi kompetitor dengan berbagai segmentasi pasar, sebuah perusahaan barang dan jasa dapat memilih satu macam atau lebih target pasarnya. Dengan adanya target pasar ini, perusahaan lebih fokus saat merealisasikan tujuan dan sasaran dalam rangka usaha untuk membentuk perilaku konsumen sesuai harapan yang diinginkan oleh perusahaan itu sendiri.
Ketika menentukan strategi pemasaran, perusahaan juga harus mengidentifikasi secara spesifik tentang kebutuhan pasar dan bagaimana menyampaikan isi pesan ke konsumen secara efektif. Hal tersebut dilakukan untuk menghadapi keinginan konsumen yang bermacam-macam, sesuai dengan kebutuhan, kebiasaan dan gaya hidup mereka. Dengan mempertimbangkan segmentasi pasar dan brand positioning secara tepat, maka barang atau jasa yang ditawarkan akan memiliki tempat tersendiri dibenak konsumen, sehingga tercapai perilaku membeli dari para konsumen. 
           Segmentasi Pasar

Pengertian
Adalah Suatu aktivitas membagi atau mengelompokkan pasar yang heterogen menjadi pasar yang homogen atau memiliki kesamaan dalam minat, daya beli, geografi, perilaku pembelian maupun gaya hidup. Adapun peran penting dari segmentasi pasar yaitu:
a. Memungkinkan perusahaan untuk lebih fokus dalam mengalokasikan sumber daya dan memberikan gambaran bagi perusahaan untuk menetapkan segmen mana yang akan dilayani.
b.Merupakan dasar untuk menentukan komponen-komponen strategi.segmentasi yang disertai dengan pemilihan target market dan memberikan acuan dalam penentuan positioning.
c. Merupakan faktor kunci untuk mengalahkan pesaing dengan memandang pasar dari sudut yang unik dan cara yang berbeda dari yang dilakukan pesaing.
          Klasifikasi segmentasi pasar
            Pengusaha yang melakukan segmentasi pasar akan berusaha mengelompokkan konsumen ke dalam beberapa segmen yang secara relatif memiliki sifat-sifat homogen dan kemudian memperlakukan masing-masing segmen dengan pelayanan yang berbeda.
      Klasifikasi atau pengelompokkan tersebut dapat dibedakan berdasarkan hal-hal di bawah ini,seperti:
           Segmentasi Geografi (Geographic Segmentation)
Merupakan pengelompokkan yang dilakukan berdasarkan faktor geografinya, seperti wilayah kota, provinsi, negara, dan lain-lain.
      Segmentasi Demografi (Demographic Segmentation)
Merupakan pengelompokkan yang berdasarkan kelas sosial dengan variable usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan lain-lain.
         Segmentasi Psikografi (Psychographic Segmentation)
Merupakan pengelompokkan berdasarkan karakteristik dan gaya hidup setiap konsumen seperti motivasi, kepribadian, persepsi, interest, minat dan sikap.
        Segmentasi Perilaku Konsumen (Behavioristic Segmentation)
     Merupakan pengelompokkan konsumen berdasarkan pengetahuan, sikap penggunaan atau reaksi mereka terhadap produk, pemakaian, loyalitas atau respon membeli. Segmentasi Perilaku dapat diukur dengan indikator sebagai berikut (Armstrong, 1997):
Manfaat yang dicari
Mengelompokkan pembeli menurut manfaat berbeda yang mereka cari dari produk.
Status Pengguna
Pasar dapat disegmentasikan kelompok bukan pengguna, mantan pengguna, pengguna potensial, pengguna pertama kali dan pengguna regular dari suatu produk. Pengguna potensial dan pengguna regular mungkin memerlukan himbauan pemasaran yang berbeda.
Tingkat Pemakaian
Pasar juga dapat disegmentasikan menjadi kelompok pengguna ringan, menengah dan berat. Jumlah pengguna berat seringkali hanya persentase kecil dari seluruh pasar tapi menghasilkan persentase yang tinggi dari total pembelian. Pengguna produk dibagi menjadi dua bagian sama banyak, sebagian pengguna ringan dan sebagian lagi pengguna berat menurut tingkat pembelian dari produk spesifik.
 Status Loyalitas
Sebuah pasar dapat juga disegmentasikan berdasarkan loyalitas konsumen. Konsumen dibagi menjadi beberapa kelompok menurut loyalitas mereka terhadap produk.
      Pola Segmentasi Pasar 
     Untuk mengidentifikasi preferensi segmen ada 3 pola segmentasi pasar yang dapat digunakan (Kotler, 2003) adalah:
           Homogeneus preference (preferensi homogeny)
Merupakan pola yang menunjukkan bahwa konsumen memiliki preferensi yang sama terhadap produk atau jasa yang ditawarkan.

 Diffused preference (preferensi yang menyebar)
Merupakan pola yang menunjukkan bahwa konsumen memiliki preferensi yang beragam terhadap suatu produk atau jasa yang ditawarkan.
     Clustered preference (preferensi yang mengelompok)
Merupakan pola yang menunjukkan bahwa konsumen memiliki preferensi yang berkelompok (satu kelompok memiiki kesamaan preferensi).

 Prosedur dan Proses Segmentasi Pasar 
      Ada tiga tahap yang harus dilakukan dalam segmentasi pasar (Kotler, 2003) yaitu:
           Survey stage
Merupakan tahap melakukan eksplorasi baik melalui focus group discussion atau dengan wawancara terhadap beberapa kelompok konsumen. Untuk memperoleh keterangan mengenai motivasi, sikap dan perilaku, dengan ini peneliti dapat menggali lebih lanjut dengan menggunakan kuesioner. 

 Analysis stage
Merupakan tahap analisis terhadap informasi yang telah diperoleh melalui survey untuk menciptakan atau mengetahui kelompok-kelompok pasar yang secara signifikan memiliki perbedaan karakteristik.
      Profiling stage
Merupakan tahap untuk mengindentifikasi profil masing-masing cluster yang terbentuk berdasarkan sikap dan perilaku, demografi, psikografi, manfaat atau value yang diharapkan dari sebuah program.

Syarat Segmentasi yang Efektif
 Dalam melakukan segmentasi, perusahaan perlu memperhatikan efektivitas segmentasi tersebut. Syarat segmentasi yang efektif adalah (Kotler, 2003).
  Measurable (terukur)
Berarti segmen pasar harus dapat membantu perusahaan dalam mengukur potensi pasar, daya beli konsumen serta ukuran alokasi sumber daya.

Substansial (banyak)
Berarti segmen tersebut harus besar dan profitable untuk dilayani.
      Accessible (dapat diakses)
Berarti segmen tersebut harus mudah dijangkau untuk dilayani.

Differentiable (dapat dibedakan)
Berarti segmen tersebut dapat dijangkau atau dilayani dengan sumber day a yang dimiliki perusahaan.
Manfaat dan Kelemahan Segmentasi
               Secara umum segmentasi bermanfaat untuk meningkatkan posisi kompetisi perusahaan dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada konsumen. Weinstein (1994) mengemukakan tentang empat manfaat segmentasi, yaitu:
            Designing responsive products to meet the needs and of the market place.
Melalui penelitian preferensi konsumen, perusahaan berjalan ke arah penyelesaian konsep marketing yaitu kepuasan konsumen yang akan membawa keuntungan. 

Determining effective and efficient promotional strategies
Segmentasi sebagai alat perencanaan merupakan alat identifikasi dan analisa yang berharga untuk mengembangkan communication mix, sehingga dapat dipilih alat promosi yang sesuai untuk menargetkan pada media yang tepat.

Evaluating market competition in particular promotional the companys market position
Riset segmentasi menyediakan mekanisme yang cerdas dan kompetitif untuk mengakses dan membandingkan perusahaan agar sesuai dengan standart. 

Providing insight on present marketing strategies
Segmentasi sangat penting untuk melakukan evaluasi secara periodic terhadap marketing strategi perusahaan saat ini dengan cara memanfaatkan peluang baru dan menghindarkan dari adanya potensi terhadap ancaman.

Sekalipun tindakan segmentasi memiliki keuntungan dan manfaat namun juga mengandung sejumlah resiko yang sekaligus merupakan kelemahan dari tindakan segmentasi itu sendiri, antara lain:

  • Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek. 
  •  Biaya penelitian atau riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan.
  • Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon.
  •  Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang membidik segmen serupa.
 Menentukan target market 
Dalam menetapkan target market, perusahaan dapat mempertimbangkan 5 pola yaitu: 
Single segment consentration
Adalah perusahaan dapat memilih satu segmen saja. Keuntungannya, perusahaan lebih bisa mencapai posisi yang kuat disatu segmen namun memiliki kelemahan yaitu konsentrasi disatu segmen mempunyai resiko yang cukup besar, sehingga alasan ini yang mendasari perusahaan untuk memiliki lebih dari satu segmen.
           Selective specialization
Adalah perusahaan menyeleksi beberapa segmen. Segmen yang dipilih mungkin tidak saling berhubungan namun masing-masing segmen menjanjikan uang. Walaupun  salah satu segmennya tidak produktif, tetapi perusahaan tetap memperoleh pendapatan atau keuntungan dari segmen yang lain. 

  Products specialization
Adalah perusahaan berkonsentrasi membuat produk khusus atau tertentu. Perusahaan dapat membangun reputasi yang kuat di produk yang spesifik.namun resikonya yaitu apabila terjadi kekurangan bahan untuk membuat produknya atau keterlambatan melakukan perubahan teknologi.
            Market Specialization
Adalah perusahan berkonsentrasi melayani berbagai kebutuhan dalam kelompok tertentu. Perusahaan memperoleh reputasi yang kuat dan menjadi channel  untuk semua produk baru yang dibutuhkan dan dipergunakan oleh kelompk tersebut. Resiko kerugian akan timbul apabila kelompok tadi mengurangi pembeliannya.

 Full Market Coverage
Adalah perusahan berusaha melayani semua kelompok dengan produk yang dibutuhkan. Namun, hanya perusahaan besar yang bisa melakukannya. 

BRAND POSITIONING

 Pengertian
Adalah suatu strategi dalam kegiatan pemasaran untuk membentuk citra suatu merk atau brand yang bertujuan menciptakan perbedaan (different), keuntungan (advantage), manfaat (benefit) yang menbuat konsumen selalu ingat dengan suatu produk.
Positioning dapat dibedakan berdasarkan 5 dimensi kualitas layanan yang meliputi:
·         Reliability, kompetensi perusahaan
·         Assurance, jaminan tertentu pada pelanggan
·         Tangibles, memberikan pelayanan yang nyata
·         Emphaty, memahami kepuasan emosional pelanggan.

      Cara Menyusun Positioning
a.       Step 1 : Identifikasi target
b.      Step 2: Menentukan Frame of Reference pelanggan
c.       Step 3: Merumuskan Point Of Differentiation (mengapa konsumen memilih kita)
d.      Step 4: Menetapkan keunggulan kompetitif produk (bisa dinikmati sebagai sesuatu yang berbeda)
  Syarat Membangun dan Menentukan Positioning
a.       Customer, berdasarkan nilai apa yang bisa diperoleh pelanggan dari produk, merk kita.
b.      Company, berdasarkan kekuatan dan kapabilitas perusahaan.
c.       Competitor, berdasarkan keunikan yang membedakan dengan pesaing
d.      Change, berdasarkan perubahan yang relevan dengan kondisi lingkungan bisnis.

           Basis atau Landasan Penentuan Positioning
Dalam menetapkan atau penentuan positioning, perusahaan dapat memperhatikan faktor-faktor di bawah ini sebagai basis atau landasan positioning diantaranya:
a.       Proposisi nilai dan manfaat yang perusahaan dapat berikan
b.      Pencapaian yang telah dihasilkan perusahaan
c.       Segmen pasar dan pelanggan yang tlah ditargetkan
d.      Atribut yang jadi keunggulan produk dan merk perusahaan
e.       Bisnis bary yang dimasuki
f.       Originalitas dan posisi sebagai perusahaan atau merk baru di pasar.

           Mengkomunikasikan Positioning
Dalam mengkomunikasikan positioning, sebuah produk perusahaan harus memperhatikan faktor-faktor di bawah ini :
a.     Be Creative – perusahaan harus kreatif untuk mencuri perhatian konsumen atau target market.
b.    Simplicity – Komunikasi yang dilakukan harus Sederhana dan sejelas mungkin.
c.    Consistent yet flexible – perusahaan harus konsisten dan melihat kondisi.
d.    Own, dominate, protect – dalam komunikasi, perusahaan harus memiliki satu atau beberapa kata ampuh di benak pelanggan.
e.  User their language – dalam mengkomunikasikan positioning, perusahaan harus menggunakan bahasa pelanggan.

   DIFFERENTIATION 
                  Pada saat ini konsumen kesulitan dalam menemukan keunikan sebuah merek disbanding merk lain. Tak ada lagi pembeda atau differentiation yang jelas. Hampir semua merk atau brand cenderung memberiakn nilai yang sama, hal ini mengarah pada perubahan produk menjadi mirip komoditas, yang pembedanya hanyalah harga. Bila ini berlangsung terus dalam jangka yang panjang, industri akan menjadi semakin tidak menarik.
      Pengertian
 Adalah upaya kita merancang seperangkat perbedaan yang bermakna dalam tawaran “kita”. Perusahaan membedakan dirinya sendiri dari competitor yang ada dengan menjadi lebih unik dan bernilai bagi pembeli.
Perusahaan dapat melakukan diferensiasi pada 5 dimensi yaitu:
·         Product: Fiture, Performance, Design, dll
·         Service: Kemudahan, kecepatan, empati, distribusi, delivery, dll
·         Channel: Customer service, channel coverage, dll
·          People: capabilitas, skiil, budaya kerja, dll
·         Image: logo,identitas merk, karakter, celebrity endonser

          Syarat Diferensiasi
·         Mampu mendatangkan Excellent value ke pelanggan
·         Harus berupa keunggulan dibanding pesaing
·         Memiliki uniqenees, sehingga tidak gampang ditiru

          PENUTUP
Mengingat betapa pentingnya peran segmentasi pasar dan barand positioning dalam kegiatan marketing maka diperlukan penentuan kedua hal tersebut secara matang oleh suatu perusahaan supaya dapat memenuhi kebutuhan perusahaan secara efektif dan efisien. Sgmentasi pasar dan brand positioning memang melalui beberapa tahapan yang bervariasi dan terlihat rumit dan memungkinkan penggunaan dana yang cukup banyak, namun kedua hal ini sangat berjasa untuk menentukan eksistensi suatu perusahaan produk atau jasa dalam mengidentifikasi keinginan konsumen yang berfarisi.

DAFTAR PUSTAKA
George E & Belch Michael A. Advertising and Promotion. An integrated Marketing Communications Perspective. Seventh ed. McGraw Hill Irwin. US.2007
http;//saridewihidayani.multiply.com/journal/item/11